![]() |
Foto/musa/radarindonesianews.com |
RADARINDONESIANEWS.COM, PAPUA – Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, Wanggar disingkat menjadi (RPM SIMAPITOWA) di Jayapura gelar pembubaran Panitia turnamen Simapitowa Cub IV dan pengumpulan formolir tahap ketiga telah berlangsung di Bhayangkara dua Jl: Kaimap di belakan TVRI Lensa Papua.
Hal itu disampaikan oleh ketua Panitia Turnamen Simapitowa CUB IV Edmondus Madai kepada Jurnalis radarindonesia, Sabtu (15/09/2018 )melalui pesan seluler.
Di tempat yang berbeda Ketua Panitia perkenalan pelajar Mahasiswa Victor Iyai menyatakan bahwa Yang diikuti oleh Pembina, Dewan Pertimbangan Organisasi yakni (DPO) Pengamat Organisasi, Senioritas, dan seluruh anggota luar organisasi
Lanjutnya” kegiatan telah dilaksanakan di gedung aula RPM SIMAPITOWA Jln.Firdaus Belakang (TVRI) lengsa papua Kaimap Kel.Bhayangkara Distrik Jayapura Utara.
Menurunya ketua panitia Turnamen Simapitowa Cub IV Edmondus Madai menyampaikan dalam sambutannya, dalam sebuah kegiatan baik itu dalam organisasi maupun diluar dari organisasi tanpa ada kekompakan dan kebersamaan tidak bisa akan sukses harapnya
Oleh karena itu dirinya sangat apresiasi kepada Alumni-alumni kota study jayapura yaitu: Yohanes Butu, Paulus Wakei, Wilem Tigi, Herman Dogomo, Kerena selama kegiatan turnamen berlangsung tidak perna kekantor bahkan tidak memikirkan pekerjaan mereka hanya karena mengingat kami ade-ade yang sedang berjuang melaksanakan turnamen di kampung Bomomani alias Tota Mapiha ujarnya.
Madai juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sekertaris Pembina RPM SIMAPITOWA atas nama Markus Butu dan Sekertaris Pengamat Organisasi RPM SIMAPITOWA Levinus Iyai, yang selalu bersama-sama dengan kami selama kegiatan berlangsung kurang lebih satu bulan saya tidak akan memberikan apa-apa tapi nanti Tuhan yang akan membalasnya, ungkap Madai.
Sambungnya, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota RPM SIMAPITOWA yang mengambil bagian untuk menyukseskan kegiatan tersebut saya berterima kasih banyak.
Menurut wakil ketua Badan Pengurus RPM SIMAPITOWA Pusat Rafael Petege menyampaikan dalam sambutannya kita harus budayakan menghargai orang satu sama yang lain itu sangat sangat Vital” dan lebih khususnya kepada orang yang lebih tua dari kita contoh kaka senior kami walaupun postur tubuhnya kecil itulah kaka senior kita jadi menghargai orang itu perlu.
Petege juga menyampaikan sangat berterima kasih kepada ketua Panitia Turnamen dan seluruh Pelajar Mahasiswa yang mana menyukseskan kegiatan tersebut di kampung Bomomani pada bulan Agustus lalu.
Sekertaris Pembina Markus Butu menyampaikan, seperti yang disampaikan oleh ketua Panitia itu sangat benar bahwah hanya karena kekompakan, kebersamaann itu ada kegiatan yang kita pikir tidak bisa di selesaikan itu tetapi akan terlaksana pula ada kebersamaan dan kekompakan.
Hanya karena adanya kebersamaan kita kegiatan yang merencanakan terlaksa dengan baik, saya selaku sekertaris Pembina banyak berterima kasih kepada ketua panitia dan seluruh anggota organisasi yang mana bekerja sama dan bergangengan tangan sapai kegiatan kita terlaksana dengan baik kata ” Butu”
Menurut sekertaris Pengamat Organisasi Levinus Iyai Menyampaikan dalam sambutannya, kepercayaan yang di berikan oleh Badan Pengurus kepada ketua panitia Turnamen telah sukses sehingga sehingga pada kesempatan ini saya mewakili Pengamat Organisasi menyampaikan bayak terima kasih katanya.
Sambung Iyai Panitia melaksanakan turnamen dan telah menyukseskan kegiatan tersebut dia bukan cari nama, bukan dia cari kekayaan melaikan di cari nama baik, nama baik dalam arti dia punya perjuangannya sudah merdeka.
Lanjut Iyai menyampaikan, karena ia sangat terskesan pada saat pemberian derma dari masyarakat, banyak orang yang memberikan derma waktu itu namun yang menjadi terkesan itu hanya dua orang,
Yang pertama, Pewarta Kampung Kitakebo dia punya kondisi dan keberadaannya itu dia Buta, dan yang kedua adalah atas nama simon iyai ketika dia jalan cacat, ada dua kata yang dititipkan melalui kami kepada Organisasi
Perwarta saya hadir seorang buta namun untuk matanya harus terbuka dan melihat supaya wilaya Tota Mapiha kita bisa memandang dengan matanya yang terbuka.
“Hal yang ketiga di sampaikan oleh bapak mantan Distrik Herman Dogomo, pelajar yang hadir dari kota studi Jayapura itu bukan pelajar yang hadir tapi Pelajur yang hadir, sedangkan Mahasiswa yang hadir bukan Mahasiswa yang hadir tapi Mahasiksa yang hadir nyatanya benar kita yang hadir menyiksa masyarakat,.”Tuturnya.
Maka itu ajaknya, marilah teman-teman seperjuangan kita perlu aktifkan menyiksa diri dan kita hancurkan kata Pelajur dengan cara kekompakan, kebersamaan
Benediktus Kegiye menyampaikan dalam sambutanya, saya mewakili seluruh anggota kami menyampaikan banyak terima kasih adanya ketua Panitia kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik.
Menurut Ketua Panitia Pembangunan asrama swadaya RPM SIMAPITOWA Agustinus Tebai menyampaikan dalam sambutannya, untuk mendapat dana membangun Asrama kita haya melalui Pertandingan seperti panitia turnamen yang diadakan diakapung maka dari itu saya selaku ketua panitia pembangunan asrama sangat salut dan berterima kasih kepada Ketua Paniti turnamen dan seluruh anggota yang mana sudah menyukseskan sebuah kegitan turnamen dalam rangka mencari dana.
“Untuk selanjudnya saya selaku panitia meminta bekerja sama dan bergandengan tangan untuk membangun Asrama Swadaya di Jayapura.” Katanya.[Musa Boma]
Comment