Oleh Dinar Khair*
___________________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA— Berita prostitusi online anak di bawah umur yang terjadi di Hotel Alona Kreo Selatan, Larangan, Tangerang, Banten, membuat gempar dan geram masyarakat.
Apa pasal? Kasus prostitusi ini melibatkan seorang artis ternama yang juga merupakan pemilik hotel tersebut.
Kegeraman pun semakin menjadi, ketika fakta menunjukkan bahwa yang menjadi objek prostitusi adalah remaja berumur belasan tahun. Bahkan menurut saksi mata yang diwawancara langsung oleh CNN, korban tidak tahu bahwa ia akan dipekerjakan sebagai PSK.
Mulai dari remaja berumur 14, 16 hingga 20 tahun pun menjadi pekerja seks dengan banderol harga Rp250 ribu hingga Rp400 ribu. Semakin muda umurnya, semakin mahal bayarannya. Namun bila orderan sedang sepi, maka para remaja ini dihargai Rp100 ribu saja. Rata-rata, korban diiming-imingi pekerjaan atau dipacari sebelum akhirnya terjebak dalam lumpur hitam.
Sebab dari Prostitusi yang Mengakar
Bahkan artis ternama saja dengan berani membuka praktek prostitusi di dalam hotel yang dikelolanya sendiri. Fenomena open BO (booking order) yang sering ditemukan di sosial media menjadi fenomena yang menarik untuk ditelisik.
Bahkan semua orang akan dengan mudah menemukan promosi open BO di laman twitter, seperti mudahnya menemukan promosi online shop yang menjual pakaian. Tak ayalnya barang, mereka dengan sadar menjajakan dirinya sendiri, tak merasa malu sama sekali.
Begitu terjebak ke dalamnya, mereka akan tertarik pada pusara hitam perzinaan berbayar yang menghasilkan uang dengan cara yang instan. Ternyata penawaran berbalut syahwat ini masih sangat diminati.
Alih-alih membuka bisnis dengan berjualan barang yang lazim diperlukan banyak orang, kini bisnis menjadi mucikari ataupun menjajakan diri sendiri justru semakin diminati.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sindikat prostitusi di negeri ini seolah dikelola secara sistemik karena menumpasnya terasa begitu pelik. Jaringan besar yang memfasilitasi perekrutan remaja-remaja baik sukarela maupun secara paksa, menjadi polemik tak berkesudahan di Indonesia.
Sebuah PR besar yang menganga karena menggerus potensi besar generasi yang seharusnya menjadi aset bangsa.
Dikutip dari Quipper Blog, sistem kapitalisme adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi tiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
Dalam pengertian lain, kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh pihak swasta dan bukan pemerintah. Di sini, tugas pemerintah hanya sebagai pengawas saja.
Sistem kapitalisme yang berasaskan pada kebebasan, memberikan celah yang cukup besar untuk adanya praktik prostitusi.
Bahkan wanita bisa jadi komoditi yang sangat menguntungkan untuk terus dieksploitasi sensualitasnya.
Di dalam sistem kapitalisme, bisnis apa pun itu, asalkan menguntungkan, maka akan terus berjamur selama bisa menghasilkan uang. Sebuah siklus yang akan terus berulang.
Islam Hadir Memuliakan Wanita
Jangankan membuka celah untuk praktik prostitusi, di dalam islam, melecehkan wanita dengan mempermainkan pakaiannya saja sudah dianggap sebagai ajakan berperang terhadap negara.
Sejarah mencatat, suatu kejadian di mana seorang perempuan Muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqa. Orang-orang Yahudi tersebut melecehkan dengan diam-diam mengikat ujung pakaian seorang muslimah hingga ketika ia berdiri, tersingkaplah auratnya hingga ia jatuh tersungkur.
Setelah salah seorang dari kaum muslimin berusaha membela, kaum yahudi malah membunuhnya. Maka berita ini pun sampai pada Rasulullah shallallahu a’laihi wassalam, dan membuatnya marah.
Rasulullah bersama kaum Muslimin melakukan aksi balasan dengan mengepung kaum Yahudi selama 15 hari 15 malam berturut-turut tanpa ada dari mereka yang masuk ataupun keluar dari tempatnya.
Hal ini membuat Bani Qainuqa tersentak dan takut dengan tindakan tegas Rasulullah dan para sahabat. Untuk menggambarkan betapa Rasulullah murka, beliau bahkan sempat menentukan hukuman untuk memenggal Bani Qainuqa.
Namun salah seorang dari mereka memohon pada Rasulullah untuk diringankan hukumannya.
Negosiasi berjalan alot karena Rasulullah murka dengan tindakan pelecehan dan pembunuhan yang mereka lakukan. Namun, begitulah Rasul dengan kasih sayangnya, maka hukuman pun diganti menjadi pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah.
Maka jelaslah islam tidak akan pernah membuka celah untuk segala bentuk perzinaan, apa lagi menjadi sindikat bisnis yang menjijikkan. Perbuatan itu berdosa besar di hadapan Allah, dan akan menimbulkan kerusakan yang dahsyat di muka bumi.
Bahkan Allah sudah banyak menurunkan ayat, juga termaktub dalam banyak hadits tentang kemuliaan wanita dan bagaimana cara islam menjaga fitrah kesuciannya.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 72 yang artinya:
“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”
Dari rahimnya yang suci dan termuliakan itulah kelak akan lahir generasi Rabbani yang akan berdiri tegak membela kebenaran. Mereka akan menjadi muslim yang berkualitas dan menjadi aset negeri yang sangat baik.
Maka benar adanya, bahwa perintah dan larangan dari Allah adalah peraturan yang terbaik. Allah memuliakan wanita, dengan seluruh syariat-Nya yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan hati.Wallahualam bishowab. []
*Novelis
Comment