Oleh: Umi Hanifah, Aktivis Peduli Generasi
__________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Jika pemuda hari ini terseret dalam paham liberalisme, bisa di pastikan masa depan sebuah negeri akan suram menuju kehancuran. Pemuda yang menjadi ujung tombak perubahan harus dijauhkan dari bahaya paham ini.
Liberalisme adalah paham kebebasan dari Barat, tidak mau terikat dan diatur agama (lslam), padahal lslam adalah petunjuk hidup sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah Swt surat Al-Baqarah 185. Kehidupan menjadi kacau dan rusak tanpa terikat dengan aturan. Ibarat jalan raya dengan trafic light nya, namun tidak dipatuhi jelas membahayakan penggunanya.
Potret pemuda ala liberalisme dengan style nya seputar food, fun, dan fashion sangat mudah kita jumpai saat ini.
Mereka tak peduli dengan masa depan apalagi kemajuan sebuah bangsa, asal dia bisa tenar, hidup enak dan banyak uang. Artinya mereka tidak punya tujuan hidup yang jelas, maka wajar kalau dalam kehidupannya mudahnya terpengaruh lingkungan asal menyenangkan.
Fenomena generasi CFW beberapa waktu lalu, dan idol-idol yang tenar serta banyak uang telah menjadi maghnet bagi banyak pemuda. Mereka yang sedang mencari jati diri seakan mendapat tempat mengekspresikan diri ketika mengikuti idolanya. Konten sosmed yang bergaya liberal dan hedonis menunjukan bahwa generasi sudah masuk ke dalam jurang kehancuran. Kebahagiaan diukur dengan banyaknya materi yang di raih, tatkala tidak mendapatkannya maka akan melakukan tindakan apapun termasuk mencuri.
Seorang pemuda nekat mencuri uang di sebuah toko di Desa Condong, Gading, Kabupaten Probolinggo. Uang hasil mencuri itu digunakan untuk membeli motor CBR dan senapan angin.
Tersangka bernama Jupriyanto (37) warga Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Tribunnews.com (25/8/2022).
Bisa di pastikan jika pemuda tetap dalam balutan liberalisme, mereka hanya menjadi objek sasaran kapitalis yang mengeruk keuntungan di balik berbagai even idol. Mereka lemah dan pasti hanya menjadi generasi pengikut peradaban lain. Artinya pemuda yang identik dengan kritis, berani dan penuh inovasi tak akan beranjak menuju kebangkitan selama tidak dibebaskan dari paham salah tersebut.
Solusi mengembalikan peran pemuda hanya dengan sistem lslam. Penerapan lslam oleh negara akan membentuk:
Pertama, individu yang bertaqwa. Negara memfasilitasi serta mempermudah rakyatnya agar bisa memperoleh ilmu umum dan agama. Para guru dan mubaligh di gaji negara untuk mencurahkan tenaga serta ilmunya guna mencerdaskan seluruh lapisan masyarakat. Tua atupun muda, kaya maupun miskin, penduduk kota dan desa semua mendapatkan hak yang sama.
Ďengan demikian ketaqwaan akan mudah diraih, suasana iman menyelimuti hati ďan pikiran manusia yang diatur oleh sistem lslam. Pemuda tak akan mudah terseret pada paham liberalisme yang menjauhkan mereka dari syariat dan menjatuhkannya pada kehinaan, yaitu objek bisnis para kapitalis.
Kedua, màsyarakàt yang peduli sekitar ďengan amar ma’ruf dan nahyi munkar. Ada bentuk tanggung jawab bersama jika ada yang melanggar syariat maka harus segera diluruskan supaya tidak ditiru yang lain. Liberalisme tak bisa menembus pertahanan masyarakat lslam. Mereka sadar bahwa liberalisme berbahaya karena bisa menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan.
Ketiga, ada sanksi tegas yang diterapkan. Sanksi yang dikenakan bersifat jawazir/membuat jera yang lain melakukan hal yang sama, dan jawabir/penebus hukuman di akhirat. Hukuman sama dihadapan semua kalangan, tidak ada tebang pilih, intervensi, remisi hingga banding. Penetapan hukum oleh hakim tidak bisa dibatalkan oleh hakim lain.
Keempat, penerapan hukum lslam secara kaffah. Dengan menerapkan hukum dalam semua lini maka akan terjaga kehormatan, jiwa, harta, agama, keturunan, negara, akal, dan keturunan. Negara hadir untuk mencegah masuknya paham liberalisme, karena paham ini bertentangan dengan fitrah manusia dan menyebabkan manusia sengsara.
Liberalisme menjadikan pemuda bebas melakukan apapun, tentu kekacauan, pertentangan dan permusuhan akan terus terjadi, ujungnya terjadilah kehancuran.
Di sisi lain, manusia akan hidup tenang dan bahagia karena mereka ridla diatur oleh Pencipta yang pasti tahu mana yang baik dan buruk buat hamba.
Allahu a’lam.[]
Comment