RADARINDONESIANEWS.COM,JAKARTA – Bulan puasa telah usai. Bulan penuh berkah ini telah meninggalkan umat Islam dengan pilihan derajat ketaqwaan yang meningkat, menurun, atau stagnan. Tentu, kenaikan derajat ketaqwaanlah yang didambakan setiap insan.
Namun, di tengah kondisi pandemi Covid-19 sudahkah hal itu tercapai? Saatnya instropeksi, untuk mempersiapkan diri di satu tahun ke depan.
Ramadhan tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Wabah Covid-19 menyelimuti suasana bulan istimewa ini. Masjid yang biasa penuh dengan jamaah sholat tarawih di malam hari, lengang karena social distancing. Tak ada buka bersama, tilawah Qur’an Bersama, kajian Ramadhan dll yang sifatnya bertemu secara fisik.
Namun, sebagai seorang Muslim, semestinyalah kondisi ini tidak mengurangi upaya meraih peningkatan derajat taqwa di tengah pandemi.
Taqwa yang diharapkan tentulah taqwa yang sebenarnya, yaitu menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya secara totalitas; mewujud dalam segala aspek kehidupan.
Sehingga ketaqwaan hakiki tidak hanya pada tataran individual saja, tapi ada dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bahkan dalam hubungan luar negeri.
Iman dan taqwa merupakan kunci keunggulan masyarakat Islam. Hal ini terlihat pada bagaimana Rasulullah SAW dan para Sahabat RA mampu mengubah masyarakat Arab Jahiliah menjadi masyarakat Islam yang unggul.
Setelah Rasulullah SAW berhasil mendirikan Negara Islam di Madinah, wilayah Negara Islam terus meluas hingga menaungi dua pertiga belahan dunia. Negara Islam atau Khilafah saat itu menjadi negara adidaya yang unggul di berbagai bidang berabad-abad lamanya.
Bagaimana dengan kondisi umat Islam sekarang?
Menyedihkan. Umat Islam dijajah secara ideologis dan sistemik. Bahkan di Kashmir, Uighur, Rohingya, Palestina, Kaum Muslim terus-menerus mengalami penindasan secara fisik.
Kenyataan itu menjadi ujian ketaqwaan umat Islam kepada Allah SWT. Upaya apa yang semestinya dilakukan, agar permasalahan yang menimpa Kaum Muslim di berbagai penjuru dunia tersebut bisa diselesaikan?
Berjuang bersama mengembalikan Islam agar tampil dan menjadi solusi dalam menyelesaikan seluruh problematika umat manusia. Bahkan tak hanya persoalan yang dialami kaum Muslim, non-Muslim pun akan merasakan sejahteranya hidup di bawah naungan Islam.
Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudahnya pada masa lalu.
Perubahan ke arah tersebut hanya akan terjadi ketika ada keinginan untuk berubah. Demikian pula jika ingin mendapatkan pertolongan Allah SWT, kita harus menolong agama-Nya.
Saatnya Umat Islam membuktikan derajat ketaqwaannya pasca puasa, dengan berupaya secara maksimal untuk mengimplementasikan nilai nilai Islam dalam kehidupan.
Sistem yang ada sekarang yakni kapitalisme terbukti tak mampu menyelesaikan persoalan. Pandemi Corona menyingkap dengan sangat jelas betapa rapuhnya sistem Kapitalisme global saat ini.
Bahkan politisi senior Amerika Serikat, Henry Kissinger, menyatakan pandemi Corona akan mengubah tatanan dunia global selamanya (www.wsj.com)
Maka dari itu, saatnya lah tatanan kehidupan saat ini dirombak secara menyeluruh. Diganti dengan semangat ruh Islam yang mewujudkan keadilan dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
*ASN-tinggal di Puspiptek
Comment