RADARINDONESIANEWS. COM, BANTEN – Lelaki paruh baya HMN yang mengaku berprofesi sebagai pekerja serabutan di ibukota Jakarta, warga Kelurahan Kadomas kecamatan Pandeglang ini, dengan beringas menyerang saat istrinya dipergokinya sedang bermesraan di bilik warungnya yang berlokasi di terminal Kadubanen Pandeglang.
Keduanya dipergoki oleh suami HMN di kamar itu dalam kondisi nyaris tak berbusana. HMN sendiri sudah memiliki 5 orang anak dengan istrinya berinisial El (40). Sementara SHT, warga Kp. Kadupandak Pandeglang, diduga melakukan mesum di siang bolong.
Saat penggerebekan, HMN mengaku, dirinya baru pulang dari Jakarta tempat di mana ia mendulang rezeki untuk ke lima anaknya itu. “ Perasaan saya tidak enak teringat istri saya yang lagi dagang di warung lantas saya langsung pulang dan apa yang terjadi saya melihat, kedua pasangan itu sedang berduaan di kamar tanpa busana”, ujar HMN kepada awak media Rabu (11/12).
“Melihat pria yang ada di dalam kamar warung itu hanya mengenakan kain sarung, sedang seluruh pakaiannya sudah berserakan terlepas dari badannya, saya mengejarnya bahkan hampir terjadi baku hantam dengan pelaku itu,” jelasnya.
Sementara si pelaku lari tunggang langgang menyelamat dirinya dari amuk suami pemilik warung itu.
HMN (45) mengaku sudah lama mencium aroma perselingkuhan istrinya. Sebelum tepergok, SHT dengan istrinya sekitar 2 bulan lalu sedang tidur bersama di kamar warung itu sekitar jam 03 dini hari, dan SHT pun sama kabur dari kamar itu lewat pintu belakang, namun ia berusaha untuk sabar akan nasibnya.
“Kurang gimana tanggung jawab saya kepada keluarga terkait resiko biaya bahkan hampir 3 hari sekali dikirimi biaya saat ia bekerja di luar kota. Saat saya tanya dia selalu bilang ada di rumah keluarga,” ujar HMN.
Sementara didapati keterangan dari El sebagai pemilik warung, Ia mengaku tidak melakukan perbuatan mesum itu. Pengakuannya saat dipergoki suaminya saat dirinya sedang mengurut SHT.
“Sebab semenjak dahulu ia adalah sebagai tukang urut”, ucapnya.
Kejadian tersebut membuat resah warga sekitar terminal yang lokasinya tak jauh dari lingkungan pondok pesantren, bahkan terendus juga di warung tersebut acapkali terjadi, banyak yang membuat onar – pasalnya di warung itu menjual minuman beralkohol.
Kepala UPT Terminal Kadubanen Pandeglang Akhmad Sujai kepada wartawan mengatakan, pihaknya resah dengan adanya perilaku para petugas kosipa yang selalu singgah di warung warung sekitar terminal ini, pasalnya mereka sepertinya sangat tidak memperhatikan kerapihan serta ketertiban dilokasi ini.(dad)
Comment