Fahri Hamzah: Generasi Baru Ini Jangan Terlalu Puja Puji Tapi Harus Kritis

Berita496 Views
Fahri Hamzah dan Fadli Zon Hadiri Mukernas KAKAMM.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMI) gelar Musyawarah Kerja Nasional di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/2).  Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPR RI yang juga ketua KAKAMI Fahri Hamzah dan Fadli Zon. 
Fahri Hamzah mengatakan saat ini harus ada anak muda yang mengawal dan menjaga bangsa menentukan arah bangsa kedepan, supaya tidak salah arah. 
Ada pemandangan menarik usai menyampaikan sambutannya, Politikus yang menduduki posisi Wakil Ketua DPR RI itu secara tiba tiba berikan Kartu Merah sebagai peringatan lebih keras terhadap pemerintah.
“Generasi baru ini janganlah terlalu puja puji, kita harus kritis. Saya sudah tidak percaya KPK itu, main main aja dia itu,” tegas Fahri. 
Sementara Fadli Zon yang acap kali juga mengkritik pemerintah, menyebut pemimpin pemerintahan saat ini tidak sesuai yang dijanjikan, 
“Ada 100 janji Pak Jokowi namun harus kita periksa lagi janji janjinya,” ungkapnya.
Salah satu janji yang menurut Fadli masih dia ingat adalah mengembalikan saham Indosat yang hingga sampai saat ini belum ditepati. 
“Kedua, akan membuat Pertamina lebih hebat dari Petronas belum juga tercapai. Kemudian yang terakhir akan membangun 50.000 pukesmas itu juga belum juga ditepati. Tapi satu janji Pak Jokowi yang telah ditepati, yaitu hari santri Nasional,”  
Fadli menilai masa reformasi ini mesti ditinjau secara kritis, jangan sampai reformasi ini menjadi pintu masuk imperialisme modern. 
“Hari ini kita lihat pemimpin kita berwajah merakyat tetapi isinya liberal. Ketika pemimpinnya lemah maka akan muncul disintegrasi sosial. bisa terjadi disintegrasi teritorial, kalau arah ini salah kita harus memikirkan kemana kita membawa NKRI,” cetusnya.
kritik selanjutnya, Fadli mengkritik soal kejadian anak kekurangan Gizi di Asmat, Papua. 
“Data bank dunia 37 % anak Indonesia kekurangan gizi, dan menjadi salah satu yang terburuk di Dunia,” tukasnnya.[Nicholas]

Comment