Cebiana Nur Andini: Dengarkan Bisikan MakhlukNya

Puisi282 Views

Langitku kembali kelabu
Tanah makam penuh jenazah
Tangis membuncah matapun sayu
Ranah baru di lahan basah

Mereka terasing di tengah sesama
Tak dapat pulang meski hari telah berganti asa

Jengah dan pilu menusuk dada
Berkata di rumah saja untuk kali ini saja

Dengarkan rintihan sang supir jenazah
Menyapa mereka melalui tetesan air mata

Gemericiknya hati tak lagi tenang atas sebuah kisah

Berharap akhir wabah usai di tengah puasa

Langitku kembali kelabu
Bumi pertiwi ditiduri manusia beratapkan langit

Penghidupan kian hari kian sempit
Tatkala ekonomi rakyat menjadi sulit

Gemerincing koin tak sanggup memenuhi diri

Hingga lapar pun harus membuatnya berlari

Dari satu sahur ke pembagian takjil
Sementara mental kian labil

Dengarkan perut rakyat yang menjerit kelam

Dan gunung yang menggertak sunyinya malam

Akankah dunia kan sadar gelapnya kehidupan

Dan terus bertahan dengan aturan buatan

Langit kelabu tak kembali putih
Di penghujung malam pecinta pedang berpesta tanpa beban

Tak takut corona kan menghadang
Yang penting syahwat terpuaskan

Bagaimana azab tak datang
Ketika zina dan liwath tak ditentang
Sedangkan tobat tak jua berlabuh di tiap insan

Akibat aturan tak ditegakkan

Jangan abai akan kisah ini
Seakan-akan kau kan pergi dari sini
Dengan sekoper uang demi hutang janji
Dan mencampakkan mereka seperti nasi basi

Otoritas negeri menghantui sepi
Masjid pun kosong bagai ilusi
Apakah ini hanya sekedar mimpi
Atau bencana yang merasuki negeri ?

Gubahan Islam bersenandung merdu
Menarik asa yang tenggelam dalam jubah pilu

Akankah semua berlalu
Jika kembali padaNya untuk menghiba syahdu

Comment

Rekomendasi Berita