RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia dan menjadi bagian dari pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menjadi salah satu instrument dalam penentuan Indeks Pembangunan Manusia dan Indikator Keberhasilan Pemerintah.
Bertolak dari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias menggelar koordinasi sosialisasi Kelompok Kerja Kesehatan Pos Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu), bertempat di ruang serbaguna, lantai tiga Kantor Bupati Nias, Jumat (7/7/2023).
“Pokjanal ini kita maknai sebagai wadah untuk menyatukan persepsi dalam rangka upaya peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Nias yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan, fasilitasi, advokasi dan bantuan yang berkaitan dengan fungsi dan kinerja posyandu,” ujar Bupati Nias, Ya’atulo Gulo.
Menurut Ya’atulo, pembangunan masyarakat pada era transformasi saat ini terbagi dalam 6 (enam) pilar, yakni: transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembudidayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.
“Transformasi layanan primer adalah pilar pertama dalam transformasi layanan kesehatan nasional yang berfokus pada upaya preventif dan promotif yang dilakukan dengan memperbaiki skrining kesehatan dan edukasi kesehatan, pencegahan sekunder serta revitalisasi layanan kesehatan pada puskesmas, posyandu maupun kunjungan ke rumah,” tuturnya.
“Tindak lanjut kegiatan hari ini yakni terbentuknya mekanisme pembinaan posyandu secara berjenjang dan terkoordinir di tingkat kecamatan dan desa dengan melibatkan unsur lain seperti lembaga profesi, perguruan tinggi, LSM, swasta, dunia usaha dan lain sebagainya yang secara tidak langsung nantinya akan mendorong keaktifan posyandu sesuai dengan indikator perkembangan posyandu,” sambung Bupati Nias.
Diakhir penyampaiannya, Ya’atulo berharap Pokjanal Posyandu dapat mengidentifikasi permasalahan dan kendala serta merumuskan rencana tindak lanjut yang konkrit dan terintegrasi, demikian juga perumusan mekanisme monitoring evaluasi dan pelaporan Pokjanal Posyandu.
“Jadi dalam memecahkan masalah itu kita identifikasi dulu persoalannya kemudian dicari alternatif tindak lanjutnya dan pilih alternatif yang realistis kita lakukan sehingga Pokjanal Posyandu benar-benar berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat Kesehatan,” tutupnya.[]
Comment