ASPEK Indonesia Kecam Keras Dugaan Pelecehan Miss Universe Indonesia 2023 

Nasional337 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mirah Sumirat, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengecam keras terkait dugaan adanya pelecehan seksual berupa body-checking yang terjadi di ajang Miss Universe Indonesia 2023.

“Memalukan! Adanya dugaan pelecehan seksual berupa body-checking yang terjadi di ajang Miss Universe Indonesia 2023,” kecamnya dalam keterangan pers Senin (14/08/2023 ) kepada Media yang tertulis: “Memalukan Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Di ajang Miss Universe Indonesia”.

Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para korban yang telah berani bicara dan mengungkapkan kasus pelecehan seksual yang turut mencoreng nama Indonesia di dunia internasional.

“Keberanian para finalis Miss Universe Indonesia untuk bicara mengungkap kasus ini menjadi sangat penting, tidak saja agar kasus ini terungkap secara tuntas, tapi juga untuk mewakili suara jutaan wanita Indonesia yang tidak berani bersuara ketika mendapatkan perlakuan pelecehan seksual,” ungkapnya.

Ia juga mendukung langkah hukum yang ditempuh oleh sejumlah finalis Miss Universe Indonesia yang telah melaporkan dugaan pelecehan seksual di acara kontes kecantikan itu ke Polda Metro Jaya.

Mirah Sumirat pun memiliki harapan kepada pihak kepolisian untuk segera memproses laporan tersebut dan menangkap para pelaku yang telah merendahkan harkat dan martabat wanita-wanita Indonesia.

“Seluruh pihak yang terlibat dan para pelaku body-checking yang terindikasi pelecehan seksual, wajib bertanggung jawab dan diberikan sanksi pidana yang berat, “tegasnya.

Mirah Sumirat mengutip pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, yang siap mengawal proses hukum yang sedang berlangsung dan memastikan para korban mendapatkan hak perlindungan.

Ia meminta kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk mengevaluasi dan mengawasi semua kegiatan kontes kecantikan yang berpotensi mengeksploitasi dan merendahkan harkat dan martabat wanita Indonesia.

“Harus ada panduan khusus yang wajib dipenuhi oleh setiap penyelenggara kontes kecantikan, agar setiap peserta dapat terjaga kehormatan dan martabatnya,” ungkapnya menutup pernyataan persnya.[]

Comment