![]() |
Direktur Eksekutif The Presiden Center Didied Mahaswara |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Jelang Pilkada DKI Jakarta, situasi mulai memanas. Hal ini
terasa dari masyarakat Jakarta yang pro calon gubernur (cagub) Petahana,
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan yang kontra Ahok. Sementara dari
Partai Politik (Parpol) yang tidak mendukung Ahok belum juga menentukan
cagub. Mereka belum menentukan pilihan karena belum merasa ada yang
cukup kuat menandingi patahana.
terasa dari masyarakat Jakarta yang pro calon gubernur (cagub) Petahana,
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan yang kontra Ahok. Sementara dari
Partai Politik (Parpol) yang tidak mendukung Ahok belum juga menentukan
cagub. Mereka belum menentukan pilihan karena belum merasa ada yang
cukup kuat menandingi patahana.
Sedang bila petahanan menang kembali maka kontroversi di lingkungan
masyarakat yang tidak mendukung bakalan terjadi cukup lama hingga masa
jabatan gubernur berakhir. Kondisi seperti ini jelas tidak baik dalam
suasana kehidupan berbangsa dan bernegara.
masyarakat yang tidak mendukung bakalan terjadi cukup lama hingga masa
jabatan gubernur berakhir. Kondisi seperti ini jelas tidak baik dalam
suasana kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ada usul menarik dari Direktur Eksekutif The Presiden Center Didied
Mahaswara. Ia mengusulkan agar situasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada)
DKI Jakarta bisa kondusif, aman dan tidak terjadi perpecahan di
kalangan masyarakat maka ada baiknya Presiden Jokowi segera mengangkat
Ahok sebagai pembantunya di Istana dengan catatan apabila pengabdian dan
kemampuan Ahok memang masih diperlukan.
Mahaswara. Ia mengusulkan agar situasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada)
DKI Jakarta bisa kondusif, aman dan tidak terjadi perpecahan di
kalangan masyarakat maka ada baiknya Presiden Jokowi segera mengangkat
Ahok sebagai pembantunya di Istana dengan catatan apabila pengabdian dan
kemampuan Ahok memang masih diperlukan.
Ia mengungkapkan, seperti saat ini di Pemerintah Pusat masih banyak
pengaduan tentang berbagai masalah yang diajukan rakyat tapi tidak
terselesaikan dengan cepat bahkan kebanyakan kasusnya jadi mengambang.
pengaduan tentang berbagai masalah yang diajukan rakyat tapi tidak
terselesaikan dengan cepat bahkan kebanyakan kasusnya jadi mengambang.
Sebagai contoh, jelas Didied, penyelesaian di bidang ekonomi,
perdagangan, hukum, pertanahan dan banyak lagi yang tidak
terselelesaikan dengan baik.
perdagangan, hukum, pertanahan dan banyak lagi yang tidak
terselelesaikan dengan baik.
“Pengaduan dari masyarakat kepada Presiden setelah terkendala di
tingkat Kementerian atau di Pemprov dan Pemda bukannya mendapat
penyelesaian, melainkan justeru dijawab melalui surat dari Presiden
lewat Sekretariat Negara ke Kementerian atau ke Kepala Daerah yang
mempunyai masalah dengan rakyat,” bebernya kepada wartawan, Sabtu
(20/8).
tingkat Kementerian atau di Pemprov dan Pemda bukannya mendapat
penyelesaian, melainkan justeru dijawab melalui surat dari Presiden
lewat Sekretariat Negara ke Kementerian atau ke Kepala Daerah yang
mempunyai masalah dengan rakyat,” bebernya kepada wartawan, Sabtu
(20/8).
Akibatnya, lanjut dia, problemnya pun tidak kunjung selesai ada juga
Keppres (Keputusan Presiden) untuk proyek pembangunan kelistrikan
bukannya proyeknya dilanjutkan tapi justru dihentikan oleh selevel
Dirut Perusahaan BUMN dan sampai saat ini tidak jelas.
Keppres (Keputusan Presiden) untuk proyek pembangunan kelistrikan
bukannya proyeknya dilanjutkan tapi justru dihentikan oleh selevel
Dirut Perusahaan BUMN dan sampai saat ini tidak jelas.
“Kondisi seperti ini perlu ditangani segera dengan membentuk Unit
Khusus di bawah Presiden. Dulu jaman Soeharto ada Sesdalopbang. Ahok
bisa mengisinya,” saran Didied.
Khusus di bawah Presiden. Dulu jaman Soeharto ada Sesdalopbang. Ahok
bisa mengisinya,” saran Didied.
Namun dibalik itu semua, dari hasil penelusuran Beritabuana.co, ke
kantong-kantong yang kontra Ahok, banyak yang menginginkan Ahok dilawan
juga oleh figur yang pintar, cerdas, sopan, tak bersih dari korupsi.
kantong-kantong yang kontra Ahok, banyak yang menginginkan Ahok dilawan
juga oleh figur yang pintar, cerdas, sopan, tak bersih dari korupsi.
Tercetus dari mereka nama mantan Menko Maritim, Rizal Ramli atau RR.
“Pak RR juga pas untuk pimpin Jakarta. Beliau ekonom dan bersih, serta
pintar. Jakarta Pas jika dipegang beliau. Beliau juga dekat dengan
kalangan ulama ,” kata Anggrono.
“Pak RR juga pas untuk pimpin Jakarta. Beliau ekonom dan bersih, serta
pintar. Jakarta Pas jika dipegang beliau. Beliau juga dekat dengan
kalangan ulama ,” kata Anggrono.
Bukan Anggrono saja di media-media sosial pun, seperti yang dipantau
dalam ratapan status menginginkan RR mau maju sebagai balongub DKI
Jakarta, ada ratusan person yang komen mendukung.
dalam ratapan status menginginkan RR mau maju sebagai balongub DKI
Jakarta, ada ratusan person yang komen mendukung.
Bahkan, ada yang secara blak-blakan mengharapkan RR maju agar bisa
melawan semua ketidakberesan dengan santun tanpa ada perlu yang
disakiti.
melawan semua ketidakberesan dengan santun tanpa ada perlu yang
disakiti.
“Pak Rizal kritis. Kita membutuhkan sosok seperti beliau. Saya harap
Pak Rizal bersedia dan mau jadi balongub DKI. Saya yakin warga Jakarta
akan mendukung. Teruskan kritis Anda Pak Rizal,” tulis Bambang Wengku
dalam komen di status Facebook. (Kds/BB)
Pak Rizal bersedia dan mau jadi balongub DKI. Saya yakin warga Jakarta
akan mendukung. Teruskan kritis Anda Pak Rizal,” tulis Bambang Wengku
dalam komen di status Facebook. (Kds/BB)
Comment