Abu Mush’ab Al Fatih Bala*: Semangat Kapitalisme AS Dan Zionisme Israel Virus Politik Mematikan Bagi Palestina Dan Dunia

Opini671 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARYA – Presiden AS Donald Trumph mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyaksikan proposal peta perdamaian Palestina Israel di Washington DC. Ini merupakan terobosan Trumph untuk memenangkan pilpres pada November 2020.

Trumph berharap juga dengan adanya virus Corona yang menghancurkan Ekonomi China, menghancurkan Huawei dan menekan China dalam masalah Muslim Uighur akan meraih simpati besar rakyatnya agar memilihnya kembali.

Salahsatu hal yang mengganjal langkah Trumph adalah serangan parpol oposisi yakni demokrat yang “bernafsu” melengserkan Trumph dari tampuk kekuasaan (impeachment).

Trumph diyakini bertanggung jawab tidak mau membantu Ukraina agar mendapatkan bukti pelanggaran HAM Joe Biden saingannya di pilpres.

Dalam mengambil hati publik, Trumph mengambil kebijakan pro Israel. Dia telah memindahkan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Kota Suci Yerussalem, Palestina. Kampanye ke dua adalah menjalankan Peta Perdamaian yang lebih berpihak kepada Israel dengan memperluas wilayah jajahan di Tepi Barat (West Bank) sebanyak 1/3 bagian.

Sontak hal ini membuat Palestina marah karena perjanjian ini sepihak AS Israel. Apa yang diklaim sebagai Two State Solution (Solusi Dua Negara) hanyalah manipulasi politik untuk sedikit demi sedikit menguasai Palestina secara total.

Yang paling dikhawatirkan adalah dengan berpindahnya ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah untuk meruntuhkan Masjid Al Aqsho. Israel hingga saat ini terus menggali terowongan di bawah Kompleks Masjidil Aqsho.

Apa yang dilakukan oleh Trumph hanyalah melanjutkan komitmen para presiden AS sebelumnya. Ideologi Kapitalisme dengan Sistem Politik Demokrasi telah menghasilkan para penguasa yang pro Israel dan anti Islam. Trumph sendiri adalah produk yang gagal bagi AS.

Dalam buku best seller dunia How Democracy Dies Produksi Gramedia Tahun 2019 (Bagaimana Demokrasi Mati Karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt) dinyatakan bahwa Trumph adalah sejenis dictator yang sama dengan Hitler di Jerman, Musollini di Italia, dan Chaves di Venezuela.

Ketiganya pernah gagal mengkudeta pemerintah namun setelahnya berhasil menjadi diktator lewat proses demokrasi yaitu pilpres. Penulis buku itu meyakini demokrasi telah gagal menghalangi para diktator masuk lewat pemilu.

Namun semua presiden bisa dikatakan berhaluan kapitalis. Contohnya, Obama yang soft power, berbeda dengan Trumph yang hard power sama-sama setuju menjajah dunia lewat militer dan ekonomi seperti pendudukan AS di Timur Tengah.

Obama yang dicitrakan baik, kakeknya Muslim, pernah sekolah di Menteng, memesan nasi goreng langsung dari Indonesia ke Amerika dan dekat dengan dunia Islam ternyata ketika menjabat presiden memberikan bantuan ratusan miliar dollar per tahun kepada Israel.

Dunia tak akan aman selama AS masih berhaluan Kapitalisme. AS merasa aman jika Israel tetap berada di Palestina dan Iran tetap sebagai negara mayoritas Syiah yang kuat. Sebagai negara satelit yang mengancam negeri-negeri Kaum Muslimin.

Lobi pengusaha Israel di AS sangat kuat. Telah umum diketahui biaya kampanye calon presiden didukung oleh pengusaha Yahudi. Hubungan antara Israel dan Palestina adalah hubungan simbiosis mutualisme.

Israel mencegah persatuan Kaum Muslimin dengan terus menjajah Palestina. Karena Israel tahu Masjidil Aqsho adalah sumber kekuatan kaum Muslimin yang harus dihapus. Negara zionis ini dipelihara sejak Inggris masih menjadi negara adidaya hingga berpindah ke AS. Dan terus mendapatkan bantuan ekonomi dan militer.

Sebagai balasannya, AS mendapatkan akses yang luas untuk menyedot emas dan minyak bumi dari kawasan Timur Tengah. Amerika tetap mendominasi Timur Tengah dengan alasan anti terorisme dan radikalisme.

Sebuah tameng yang digunakan untuk bertahan di daerah jajahan baru. Ini lah perang pemikiran berlevel global.

Kaum Muslimin hendaknya mengetahui makar yang bersifat politis ini. Kemenangan Kaum Muslimin baru bisa didapatkan ketika mereka mau bersatu padu dalam sistem kepemimpinan global yakni Khilafah.

Aktivitas menegakkan Khilafah hanya bisa dilakukan dengan pendekatan politis. Yaitu politik ala Islam. Yang tidak menempuh jalan demokrasi yang merupakan ekspor Amerika paling mematikan, lebih mematikan dari Virus Corona.

Virus Politik demokrasi ini telah membunuh jutaan Kaum Muslimin di Palestina dan dunia. Dan untuk melawannya diperlukan sistem Vaksinasi Politik yang bernama Khilafah. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita dalam menegakkan Kekhilafahan Islam global yang kedua. []

*Pemerhati Politik Asal NTT)

Comment